Keeping Love Again ~03~

Kibum langsung mengambil sedikit air dari keran tempat cuci piring, keran di nyalahkan dan dibasuhkan ke tissue yang lumayan banyak Kibum ambil.

“Tenang….” Kibum memegang betis kanan Myori dan segeranya ia membasukan tissue yang sudah basah tadi ke punggung kaki kanan Myori.

“Panas sekali?” tanya Kibum yang masih fokus membersihkan lelehan cokelat yang jatuh ke punggung kaki kanan Myori.

Andwae, sudah lebih terasa dingin…..” Myori mulai membungkukkan badannya agar Kibum tidak terlalu berlama-lama membasuh kakinya.

“Sudah, rasanya mulai dingin, membaik kok,” Myori menyingkirkan secara halus tangan Kibum yang masih berkutat dengan membersihkan cokelat yang lumayan banyak ada di punggung kaki Myori.

“Hmmmm, yasudah,” Kibum bangun dari jongkoknya dan…..

“BLEDUG!”

Sudah tahu apa yang terjadi? Ya, tidak lain tidak bukan. Kening Myori beradu dengan ujung kepala Kibum.

“Astaga Myori!” Kibum panik dan mulai menjauhkan kepalanya dari kening Myori yang masih ada di atas kepalanya. Myori perlahan memegang kepalanya dengan tangan kanannya. Myori masih terdiam. Kibum mulai menarik Myori perlahan menuju sofa, Myori masih menundukkan kepalanya dan “BUG!”

Myori terjatuh begitu saja di atas sofa, untung tangan Kibum masih sempat menahan pundak  Myori.

“Pusing….” keluh Myori sambil memejamkan matanya. Kibum mulai mengganjal kepala Myori dengan bantal yang di lempar Myori tadi. Kibum juga langsung lari ke dapur dan mengambil handuk tak jauh dari lemari kecil dekat toilet dan mengisi handuk tersebut dengan batu es yang dengan sesegara mungkin diambilnya dari frezeer lemari es.

“Sini, aku kompres,” Kibum menggeser sedikit kepala Myori yang berlari ke pojok sofa yang membuat Kibum sulit untuk menaruh kompresan di atas kening Myori.

Kibum menaruh kompresan di kening Myori, Myori terpejam perlahan dan Kibum merapihkan poni Myori yang berada di sekitar kelopak mata Myori.

“Nanti, kalau poniku panjang kita saling potong poni ya, kau gunting poniku, aku gunting ponimu,” Kibum membereskan rambut Myori.

“TING TONG! TING TONG!”

“Sebentar ya….” Kibum meninggalakan Myori dengan berat hati untuk membuka pintu apartemen.

Kibum langsung mengintip layar yang ada di dinding apartemen, di lihatnya Jonghyun yang sedang ribet dengan tas-tas di tangannya. Kibum langsung menyentuh layar yang ada di dinding tersebut lalu pintu apartemen terbuka dengan sendirinya. Kibum langsung berjalan menuju Myori lagi, dan duduk di lantai menghadap Myori.

“Ya! Aku pulang sama sekali tak ada sambutan!” Jonghyun setengah berteriak menegur Kibum yang sedang merapihkan kompresan di kening Myori.

“Kenapa ini?!” panik Jonghyun sambil membanting tas-tas yang ada di tangannya saat melihat Myori terlelap dengan kompresan handuk di keningnya.

“Bisa tenang tidak?” tanya Kibum pelan ke Jonghyun yang kali ini sedang menganga di atas Myori.

“Tidak, aku tidak apa-apa….” Myori menjawab perlahan pertanyaan Jonghyun.

“Kau jangan bicara! Tidur saja dulu,” Kibum lebih panik kali ini.

“Benar kau tidak apa-apa?” tanya Jonghyun penasaran sambil meneliti wajah Myori hingga sejengkal dari wajah Myori Jonghyun menelitinya.

“PLAK!”

Pipi kanan Jonghyun ditampar halus dan sedikit kencang oleh Kibum. Kibum melotot melihat Jonghyun yang reflek langsung mengelus-elus pipi kanannya. Jonghyun melirik Kibum penuh deru nafas kesal.

“Sudah lebih terlihat baik,” Kibum baru saja mengangkat kompresan dari kening Myori.

“Sudah lebih berasa enteng….” Myori tersenyum dengan tetap memejamkan matanya.

“gamsahabnida” lanjut Myori saat Kibum terbangun dari duduknya untuk mengganti kompresan Myori.

Kibum tersenyum dan mengelus halus kening Myori yang mungkin masih terasa sakit bagi Myori. Myori membuka sedikit mata kirinya dan mengintip Kibum berjalan menuju dapur.Jonghyun sibuk di dapur.

“Akibat lelehan cokelat ini Myori hampir pingsan?!” tanya Jonghyun pada Kibum yang menuju dapur sambil Jonghyun menyicipi cokelat yang sudah setengahnya meleleh dengan jari telunjuknya.

“Ya! Cuci tangan dulu!” Kibum langsung menabok tangan kanan Jonghyun yang masih ada lelehan cokelatnya.

“Kau kenapa? Sudah menamparku 2 kali hari ini!” Jonghyun menantang Kibum dengan dadanya yang bidang.

“Sssst! Myori sedang tidur!”

“Hhhh, aku mau mandi!”

“Yasudah. Mandi sana, aku tidur di ruang tv bersama Myori,” Kibum mengambil handuk baru dan air hangat ditaruhnya di baskom kecil pink Myori.

“Aku?” tanya Jonghyun sambil mengunyah roti dari meja makan.

“Di dorm saja sana,” ucap Kibum enteng.

“Dasar……” Jonghyun menggeleng sambil berlalu menuju kamar mandi.

“Hhhhh, ini kompresan air hangat. Kau jangan sakit ya, besok tidak ada yang mengurusimu seperti ini….” ucap Kibum lemas sambil menaruh kompresan handuk di kening Myori.

“Emmm,” Myori hanya menjawab datar.

“Aku ke kamarmu dulu, mau mengambil bantal dan selimut,” Kibum merapihkan bed covernya lalu menyelimuti badan Myori dengan bed cover miliknya.

“Nah, kau sudah mengganti bed cover mu dengan hadiah dariku?” tanya Kibum setengah teriak kepada Myori.

“ckckck….. Anak ini selalu membuatku gemas,” umpat Kibum sambil mengambil boneka Hello Kitty pemberian Kibum di tempat tidur Myori.

“Hhhh, aku pakai bed cover mu ya,” ijin Kibum sambil merebahkan diri di karpet halus ruang tv apartemen Myori.

“Oiya, ini boneka Kittymu, peluk ya,” Kibum menaruh boneka Kitty tepat di pojok sofa tepat di samping wajah kiri Myori.

“Ki….”

“Ya?” Kibum terbangun sesaat mendengan Myori memanggil namanya. “Kenapa? Kau mau apa?”

“Kau hidupkan alarmmu ya, aku tak yakin bisa bangun pagi.” Myori membalikkan badannya ke kanan dan mantap Kibum dalam.

“Ya…. Kompresanmu nanti terjatuh, berbaring yang benar,” Kibum langsung menggeser badan Myori dan merebahkan badan Myori ke posisi semula.

“Hhhh, aku sudah membaik….”

“Iya aku tau, ada baiknya kau segera istirahat, agar keadaanmu semakin membaik lagi,” Kibum merapihkan bed cover yang menyelimuti Myori dan memberikan senyuman hangatnya pada Myori.

“Besok aku ikut mengantarmu ke Bandara ya?”

“Kalau kau tak banyak omong seperti ini dan besok pagi keadaanmu pulih kau boleh pinta apa saja apa yang kau mau,” Kibum perlahan langsung mencium pipi Myori.

Kali ini Myori tampak kaget. Myori langsung memejamkan matanya saat Kibum mencium pipinya. Seakan-akan dia tidak mau menatap Kibum dan menyembunyikan rasa malunya dengan pejaman mata yang sama sekali tidak akan bisa membuatnya mengantuk. Kibum langsung merebahkan diri dan meraih tanyan Myori tepat di atasnya dan menggenggamnya hingga terlelap, sama-sama terlelap.

Jonghyun yang keluar kamar mandi mencari Kibum dimana, tampak tersenyum hangat melihat Myori dan Kibum tertidur pulas dengan menggenggam tangan satu sama lainnya.

“Ki… Ki…. Hhhh, kalau begini aku rela tidur di depan jendela sampai pagi, walaupun seharusnya jadwal malam ini aku menginap tidur di sofa.” Jonghyun meninggalkan Myori dan Kibum yang sudah terlelap dan kegirangan menemukan tempat tidur Myori. Jonghyun ternyata memilih tidur di kamar Myori. kekekeke :p dari pada mati kedinginan tidur di depan jendela, lebih baik meniduri kasur empuk kamar Myori. Pikir Jonghyun.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s